Welcome to Notes of Notariza           Proudly presented by Kms. Rakhmat Notariza
Tampilkan postingan dengan label Sharing Kimia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sharing Kimia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Desember 2010

Ikatan Hidrogen

Berbicara mengenai ikatan, salah satu jenis ikatan yang paling menarik adalah ikatan hidrogen. Mungkin para pembaca sudah mempelajari teorinya di sekolah. Nah, di sini saya hanya ingin mengajak Anda menganalisis sebuah soal yang berkaitan dengan ikatan hidrogen.
SOAL
Senyawa manakah yang tidak membentuk ikatan hidrogen antarmolekulnya?
a. CH3CHO                d. NH3
b. CH3NH2 e. NH2OH
c. CH3OH

SOLUSI


Soal ini sebenarnya sangat mudah jika kita benar-benar memahami teori dasar ikatan hidrogen. Oleh karena itu, untuk menjawab soal ini, mari kita refresh dulu ingatan kita tentang teori ikatan hidrogen.

Ikatan hidrogen merupakan ikatan antarmolekul yang timbul pada molekul-molekul yang mempunyai atom hidrogen yang terikat pada atom N, O, dan F.

Coba perhatikan gambar struktur CH3CHO pada gambar berikut ini.
Nah, terlihat jelas bahwa pada molekul CH3CHO, tidak terdapat atom H yang berikatan dengan atom F, N, maupun O. Oleh karena itu, senyawa CH3CHO tidak membentuk ikatan hidrogen antarmolekulnya.

Jadi, jawabannya adalah a. CH3CHO.
Demikian posting kali ini. Semoga bermanfaat!

Rabu, 01 Desember 2010

Kadar Zat dalam Senyawa

Kali ini saya ingin berbagi ilmu mengenai stoikiometri, khususnya tentang perhitungan kadar zat dalam suatu senyawa. Mari kita bahas!

SOAL
Cuplikan bubuk besi sebanyak 5 granm dipanaskan dengan gas klorin menghasilkan 10 gram besi (II) klorida (FeCl2). Kadar unsur besi dalam cuplikan adalah...(Ar Fe=56, Cl=35,5).


SOLUSI


Cuplikan + Cl2 ---> FeCl2
m Fe dalam FeCl2 = [(1 . Ar Fe) . 10 gr] : (Mr FeCl2)
                         = [(1 . 56) . 10] : [56 + 2 . 35,5]
= 560 : 127
m Fe dalam FeCl2= 4,4 gr
Artinya, m Fe dalam cuplikan = m Fe dalam FeCl2 = 4,4 gr.

%Fe = (m Fe : m Cuplikan) . 100%
= (4,4 : 5) . 100%
%Fe = 88%
Jadi, kadar unsur besi dalam cuplikan adalah 88%.

Demikian
posting kali ini. Semoga bermanfaat!

Soal dan Pembahasan Rumus Molekul dan Rumus Empiris

Jika sebelumnya saya telah menjelaskan teori tentang perbedaan rumus molekul dan rumus empiris, kini saatnya saya mengaplikasikannya dalam soal. Mari simak dengan seksama!

SOAL
Rumus molekul dari senyawa dengan rumus empiris (CH2)n (Ar C=12. H=1) yang massa molekul relatifnya 56 adalah....
a. C2H4 d. C4H8
b. C2H6 e. C5H10
c. C3H6

SOLUSI


Massa molekul relatif (CH2)n = Mr Senyawa
Mr (CH2)n      = 56
(12 + 2 . 1)n = 56
14n = 56
n = 4
Rumus Molekul Senyawa
= Massa molekul relatif (CH2)n
= Mr (CH2)n
= (CH2)4
= C4H8

Jadi, rumus molekul senyawa tersebut adalah C4H8.

Demikian posting kali ini. Semoga bermanfaat!

Hidrat

Dalam posting kali ini, saya ingin berbagi ilmu mengenai hidrat. Apa itu hidrat? Mari kita bahas!

A. Definisi Hidrat
Hidrat adalah zat padat yang mengikat beberapa molekul air sebagai bagian dari struktur kristalnya.

B. Definisi Garam Hidrat
Garam hidrat adalah garam yang mengandung air.

C. Contoh Garam Hidrat
CuSO4.5H2O : Tembaga (II) Sulfat Pentahidrat

MgSO4.6H2O : Magnesium Sulfat Heksahidrat
D. Contoh Reaksi Garam Hidrat
CuSO4.5H2O ---> CuSO4 + 5H2O
Dalam reaksi tersebut, CuSO4.5H2O dipanaskan sehingga terpisah menjadi CuSO4 dan 5H2O. CuSO4.5H2O disebut garam hidrat. CuSO4 disebut sebagai garam anhidrat. H2O disebut sebagai hidrat.

Demikian posting kali ini. Semoga bermanfaat!

Selasa, 30 November 2010

Stoikiometri Reaksi Oksidasi

Kali ini saya ingin berbagi ilmu mengenai penerapan stoikiometri dalam perhitungan reaksi oksidasi. Mari simak dengan seksama!

SOAL
Untuk oksidasi sempurna 1 liter campuran yang terdiri atas 60% metana (CH4) dan 40% etana (C2H6), dibutuhkan O2 murni sebanyak....
a. 2,4 liter                         d. 3,0 liter
b. 2,6 liter e. 3,2 liter
c. 2,8 liter

SOLUSI


V CH4 dalam campuran = 60% . 1 L = 0,6 L
V C2H6 dalam campuran = 40% . 1 L = 0,4 L

Tentukan dahulu O2 yang dibutuhkan untuk reaksi oksidasi CH4!
CH4 + 2O2 ---> CO2 + 2H2O
V O2 = (2:1) . 0,6 = 1,2 L

Sekarang tentukan O2 yang dibutuhkan untuk reaksi oksidasi C2H6!
C2H6 + (7/2)O2 ---> 2CO2 + 3H2O
V O2 = [(7:2):1] . 0,4 = 1,4 L

Jadi, V O2 total = 1,2 + 1,4 = 2,6 L

Dengan demikian, untuk mengoksidasi sempurna 1 liter campuran yang terdiri atas 60% metana (CH4) dan 40% etana (C2H6), dibutuhkan sebanyak 2,6 L O2 murni.

Demikian posting kali ini. Semoga bermanfaat!

Sabtu, 27 November 2010

Reaksi Kesetimbangan Homogen

Ciri-ciri reaksi kesetimbangan homogen antara lain:

  1. Semua reaktan dan produk berada dalam fase yang sama.
  2. Umumnya fase zat adalah gas atau cair.

Contoh reaksi kesetimbangan homogen adalah sebagai berikut.

PCl5(g) <---> PCl3(g) + Cl2(g)

Harga Kc = [PCl3] [Cl2] [PCl5]-1

Demikian posting kali ini. Semoga bermanfaat!

Sabtu, 13 November 2010

Rumus Empiris dan Rumus Molekul

Setelah sekian lama saya tidak menulis posting tentang kimia, kini saya berniat menulis kembali posting tentang bidang studi favorit saya satu ini. Yap! Kali ini saya akan berbagi ilmu tentang stoikiometri. Kali ini adalah tentang perbedaan rumus empiris dan rumus molekul.

Di level SMA, sebenarnya materi ini sudah dipelajari saat kelas X. Materi tentang rumus empiris dan rumus molekul dibahas dalam bab stoikiometri. Sebagai informasi, stoikiometri adalah dasar perhitungan dalam aplikasi materi-materi ilmu kimia.

Oke, mari kita bahas satu per satu!

A. Definisi
  1. Rumus Empiris (RE)
    Rumus empiris adalah rumus senyawa yang menyatakan perbandingan terkecil jumlah atom penyusun senyawa.

  2. Rumus Molekul (RM)
    Rumus molekul adalah rumus senyawa yang menyatakan jumlah atom-atom penyusun senyawa.
B. Perbedaan
Dari definisi tersebut, dapat disimpulkan perbedaan rumus empiris dan rumus molekul adalah sebagai berikut.
  • RE hanya menyatakan perbandingan terkecil jumlah atom penyusun senyawa, sedangkan jumlah sebenarnya atom penyusun senyawa dinyatakan oleh RM.
  • RM bisa saja sama dengan RE, tetapi RM tidak selalu sama dengan RE.
C. Contoh
Rumus empiris dari alkena adalah CnH2n. Jadi, apapun senyawa alkenanya, rumus empirisnya selalu sama, yaitu CnH2n.

Sementara itu, rumus molekul dari alkena dapat berupa:
  • C2H4 (etana)
  • C4H8 (butana)
  • C8H16 (oktana)
Nah, ketiga rumus senyawa tersebut merupakan contoh rumus molekul. Ketiga rumus molekul tersebut memiliki rumus empiris yang sama, yaitu CH2 sebagai perbandingan terkecil jumlah atom penyusun senyawa tersebut.


Demikian posting kali ini. Semoga bermanfaat! Terima kasih.

Sabtu, 23 Oktober 2010

Daftar Nama Anggota Klub Olimpiade Sains Bidang Studi Kimia SMA Plus Negeri 17 Palembang Kelas X

Setelah dilaksanakan tes seleksi pada Kamis, 30 September 2010, akhirnya terpilihlah 11 orang siswa kelas XI dan 9 orang siswa kelas X untuk menjadi anggota Klub Olimpiade Sains Bidang Studi Kimia SMA Plus Negeri 17 Palembang.

Berikut ini daftar nama anggota Klub Olimpiade Sains Bidang Studi Kimia SMA Plus Negeri 17 Palembang Kelas X yang diurutkan berdasarkan urutan kelas.


















































No.NamaKelas
1Bella Aprillia SarmaX.C
2Arsarifa Jaya MahferaX.D
3Al Azhari Putra SatriaX.E
4Dela UlfiarakhmaX.E
5Fastabiqul KhoirotX.E
6Mirza AmrinaX.G
7Bedry NurhadiX.G
8Nabilla Faradilla A.X.G
9Sania Rifa ZaharadinaX.H

Demikianlah nama-nama siswa kelas X yang terdaftar sebagai anggota Klub Olimpiade Sains Bidang Studi Kimia SMA Plus Negeri 17 Palembang. Ayo persiapkan diri kita menghadapi olimpiade sains bidang studi kimia, baik tingkat kota, provinsi, nasional, maupun internasional! Mari kita harumkan nama SMA Plus Negeri 17 Palembang!

Daftar Nama Anggota Klub Olimpiade Sains Bidang Studi Kimia SMA Plus Negeri 17 Palembang Kelas XI

Setelah dilaksanakan tes seleksi pada Kamis, 30 September 2010, akhirnya terpilihlah 11 orang siswa kelas XI dan 9 orang siswa kelas X untuk menjadi anggota Klub Olimpiade Sains Bidang Studi Kimia SMA Plus Negeri 17 Palembang.

Berikut ini daftar nama anggota Klub Olimpiade Sains Bidang Studi Kimia SMA Plus Negeri 17 Palembang Kelas XI yang diurutkan berdasarkan urutan kelas.




























































No.NamaKelas
1Fitri AmaliahXI PSIA 4
2Siti Nurul BadriyahXI PSIA 4
3Eka Satyani BelinaXI PSIA 5
4Sarah AmaliaXI PSIA 5
5Triani PradinaputriXI PSIA 5
6Desty Gusti SariXI PSIA 6
7Dwi YufenitaXI PSIA 6
8Kms. Rakhmat NotarizaXI PSIA 6
9Murwani Emasrissa L.XI PSIA 6
10Praditya BriyandiXI PSIA 6
11Shabrina Raissa PutriXI PSIA 6

Demikianlah nama-nama siswa kelas XI yang terdaftar sebagai anggota Klub Olimpiade Sains Bidang Studi Kimia SMA Plus Negeri 17 Palembang. Ayo persiapkan diri kita menghadapi olimpiade sains bidang studi kimia, baik tingkat kota, provinsi, nasional, maupun internasional! Mari kita harumkan nama SMA Plus Negeri 17 Palembang!

Jumat, 24 September 2010

Pendaftaran Calon Anggota Klub Olimpiade Sains Bidang Studi Kimia SMA Plus Negeri 17 Palembang

Sejak Kamis, 23 September 2010, saya ditugaskan oleh Pak Maju P. Simanjuntak untuk mengkoordinir pendaftaran calon anggota Klub Olimpiade Sains SMA Plus Negeri 17 Palembang Bidang Studi Kimia. Siswa kelas X dan XI SMA Plus Negeri 17 Palembang yang berminat dan berniat untuk bergabung dipersilakan untuk segera menghubungi saya. Pendaftaran paling lambat pada Sabtu, 25 September 2010.

Sebagai tambahan informasi, teman-teman kelas XI ataupun adik-adik kelas X bisa mencari saya di kelas XI PSIA 6. Nah, berhubung besok adalah Sabtu yang sebagaimana biasanya diisi dengan KK Senior (Seni dan Olahraga), teman-teman dan adik-adik bisa mencari saya di Cabor Tenis Meja atau di Cabang Seni Baca Al-Quran.

Pak Maju P. Simanjuntak juga berencana mengadakan sosialisasi tentang Klub Olimpiade Sains SMA Plus Negeri 17 Palembang ini besok, Sabtu, 25 September 2010, pukul 11. 30 WIB (setelah kegiatan paduan suara), di Aula SMA Plus Negeri 17 Palembang.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi saya atau Pak Maju Simanjuntak. Semoga bermanfaat. Terima kasih.


Selasa, 07 September 2010

Perluasan Aturan Oktet

Setelah kemarin saya membahas penyempitan aturan oktet, sekarang saya ingin membahas penyimpangan aturan oktet lainnya. Yap! Hari ini saya akan membahas tentang perluasan aturan oktet.

Ciri-Ciri Perluasan Aturan Oktet
  1. Elektron pada atom pusat lebih dari delapan.
  2. Umumnya merupakan unsur-unsur yang termasuk periode 3 post-transisi.
  3. Contoh unsur yang mengalami perluasan aturan oktet yaitu S, P, dan Cl.

Contoh Perluasan Aturan Oktet

PCl
5
15P   : 2 8 5
17Cl : 2 8 7

Berikut ini adalah struktur Lewis PCl5.
Nah, dari struktur Lewis tersebut dapat kita lihat bahwa atom pusat (P) memiliki 10 buah elektron. Padahal, menurut aturan oktet, seharusnya atom dalam keadaan stabil (setelah berikatan dengan atom lain membentuk ikatan kovalen) hanya memiliki delapan elektron. Namun, karena kelima elektron valensi atom P masing-masing harus berikatan dengan satu elektron Cl, oleh karena itu jumlah elektron pada atom pusat P menjadi 10 buah elektron. Inilah salah satu contoh perluasan aturan oktet.

Sekian. Semoga bermanfaat!

Senin, 06 September 2010

Penyempitan Aturan Oktet

Yap! Walaupun menurut aturan oktet keadaan stabil akan tercapai jika setiap memiliki delapan atom, namun terdapat pula pengecualian dalam aturan ini. Kali ini saya akan membahas penyempitan aturan ini.

Ciri-Ciri Penyempitan Aturan Oktet
  1. Elektron pada atom pusat kurang dari delapan.
  2. Umumnya merupakan unsur-unsur yang memiliki elektron valensi kurang dari empat.
  3. Umumnya merupakan unsur-unsur golongan II A dan III A.
  4. Contoh unsur yang mengalami penyempitan aturan oktet yaitu Be, B, dan Al.

Contoh Penyempitan Aturan Oktet

BeCl2
4Be   : 2 2
17Cl : 2 8 7

Berikut ini adalah struktur Lewis BeCl2.


Nah, dari struktur Lewis tersebut dapat kita lihat bahwa atom pusat (Be) hanya memiliki 4 buah elektron. Namun, tidak ada lagi elektron yang tersisa untuk memenuhi aturan duplet. Inilah salah satu contoh penyempitan aturan oktet.

Demikian posting saya kali ini. Semoga bermanfaat!

Sabtu, 04 September 2010

Hukum Gay Lussac dan Hukum Avogadro

Saya sedang mencoba menerapkan ilmu yang saya peroleh dari Pak Ony, yaitu tentang cara memformat dokumen. Pada posting kali ini, saya akan mencoba menerapkan cara mengatur subscirpt huruf. Oleh karena itu, saya memilih untuk menulis posting tentang kimia. Hitung-hitung sekalian berbagi ilmu tentang pelajaran favorit saya ini. Hehehe....

Adapun materi yang akan saya bahas adalah tentang Stoikiometri (*salah satu materi kimia favorit saya!). Soal ini saya peroleh dari try out intern di Ganesha Operation yang saya ikuti pada 29 Agustus 2010. Mari kita selesaikan dengan saksama! Hahaha....

SOAL
Pada pembakaran 25 mL suatu hidrokarbon dibutuhkan 125 mL oksigen dan dihasilkan 75 mL gas CO2 (semua gas diukur pada P dan T yang sama). Maka hidrokarbon tersebut adalah....

a. C2H4 c. C3H6 e. C4H8
b. C2H6 d. C3H8


SOLUSI



Gampang kan! Hahaha....Mari kita analisis soal ini. Coba deh perhatikan kalimat yang ada dalam tanda kurung. Kata kunci yang kita peroleh adalah gas-gas tersebut diukur pada suhu dan tekanan yang sama. Masih ingatkah Anda dengan hukum apa ini? Yap! Kalimat ini mengingatkan kita pada Hukum Gay Lussac.

Hukum Gay Lussac menyatakan bahwa:
Bila diukur pada suhu dan tekanan yang sama, volume gas yang bereaksi dan gas hasil reaksi berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana.
Nah, dari hukum ini dapat kita simpulkan bahwa:
Perbandingan Volume Zat = Perbandingan Koefisien
Sekarang mari kita buat persamaan reaksi soal ini.

CxHy(g) + O2(g) -----> CO2(g) + H2O(g)
V=25 mL V=125 mL V=75 mL


Nah, dari perbandingan volume gas-gas tersebut, kita setarakan persamaan reaksi tersebut dengan menentukan perbandingan volumenya.

CxHy(g) + 5O2(g) -----> 3CO2(g) + aH2O(g)


Persamaan reaksi ini masih belum setara karena jumlah atom O di kiri berbeda dengan jumlah atom O di kanan. Oleh karena itu, kita tentukan koefisien O2 dengan cara menyetarakan jumlah atom O di kiri dan di kanan.
5 . 2 = 3 . 2 + a
10 = 6 + a
a = 4
Jadi, persamaan reaksinya yang sudah setara adalah sebagai berikut.

CxHy(g) + 5O2(g) -----> 3CO2(g) + 4H2O(g)


Hampir selesai! Sekarang kita tinggal menentukan nilai x dan y untuk mengetahui hidrokarbon apa yang dibakar dalam reaksi tersebut. Untuk itu, mari kita gunakan Hukum Avogadro.

Hukum Avogadro menyatakan:
Pada suhu dan tekanan yang sama, semua gas bervolume sama mengandung jumlah molekul yang sama juga.
Jadi, dapat kita simpulkan bahwa jumlah atom C di kiri sama dengan jumlah atom C di kanan. Demikian pula dengan jumlah atom H di kiri dan di kanan adalah sama. Sekarang mari kita hitung!

Jumlah atom C Jumlah atom H
x = 3 y = 4 . 2
y = 8


Nah, dengan demikian CxHy adalah C3H8 (Propana).

Jadi, jawabannya adalah D.

Demikianlah posting saya kali ini. Semoga bermanfaat!