Welcome to Notes of Notariza           Proudly presented by Kms. Rakhmat Notariza
Tampilkan postingan dengan label Cerita Hidup Saya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Hidup Saya. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 November 2010

Using BlackBerry

Mungkin ini adalah salah satu fakta paling mengejutkan bagi teman-teman saya. Yap! Mereka semua tampak tak percaya setelah mengetahui bahwa saat ini saya telah menggunakan BlackBerry.

Haha....Sebenarnya tidak pernah terlintas di pikiran saya untuk menggunakan BB. Maklum, bagi saya, BB terlalu mewah untuk digunakan oleh siswa SMA. Namun, Tuhan berkata lain. Hehe....

Sudah tiga bulan belakangan ini, ada yang tidak beres pada hand phone saya yang telah saya gunakan sejak kelas VIII SMP. Sering kali HP saya mati tiba-tiba. Namun, anehnya yang mati hanyalah sistemnya, sedangkan lampu keypad-nya terus menyala. Jika saya tidak menyadari hal ini, kerusakan ini akan menguras energi baterainya dan akhirnya HP saya benar-benar mati kehabisan energi baterai. Kondisi ini pun terus terjadi berulang-ulang.

Two Weeks Without Update

I'm so sorry for your inconvenience. Yap! Mohon maaf kepada para pembaca blog ini karena selama dua minggu belakangan ini, saya belum pernah meng-update blog ini. Bahkan, posting kali ini adalah yang pertama di bulan November. Padahal, hari ini sudah tanggal 13 November dan seharusnya jumlah posting saya sudah lebih dari lima. Namun, kenyataannya tidak demikian. Jadi, sekali lagi saya mohon maaf.

Harus diakui bahwa saya cukup sibuk akhir-akhir ini. Aktivitas sekolah dan urusan-urusan yang terkait menjadi penyebab saya tidak sempat meng-update blog ini. Apalagi saat ini saya punya beberapa hal yang harus saya pikirkan. Phew! Life is so complicated, so I just try to make it simpler.

That's all. I'll try hard to publish new postings if it is possible for me to do it in such a busy month. I do need your prayer, friends. Thank's a lot!

Sabtu, 30 Oktober 2010

Sensasi Tune Up Pertama Honda Blade

Setelah digunakan untuk menjajal jalanan Palembang selama satu bulan lebih, Blade saya belum pernah masuk bengkel lagi. Oleh karena itu, setelah menjelajah sekitar 465 km, saya pun menuju ke bengkel resmi Honda untuk tune-up pertama. Karena servis kali ini adalah servis pertama, jadi servis kali ini gratis.

Bengkel tempat saya menyervis motor adalah Bengkel AHASS 9242 di Jl. R. Sukamto, Palembang. Bengkel tersebut terletak tepat di sebelah tempat saya les. Jadi, sementara saya les, motor saya titipkan di bengkel tersebut. Cukup efektif kan? Hehehe.....

Nah, setelah diservis dan di-tune up, ada beberapa perubahan positif yang saya rasakan pada motor saya. Berikut ini saya jelaskan manfaat yang saya dapatkan dari servis dan tune up terhadap Honda Blade saya.
  1. Getaran pada Stang Motor Berkurang
    Jika sebelumnya saya sering merasa kurang nyaman berkendara karena terkadang timbul getaran pada stang, kini saya pun sudah bisa berkendara dengan lebih nyaman sebab setelah diservis, kemudi motor saya terasa lebih mantap. Saya pun sudah tidak lagi merasakan getaran pada stang, terutama saat melewati jalan yang mulus.

  2. Perpindahan Gear Lebih Halus
    Sebelum diservis dan di-tune up, perpindahan gear motor saya terasa kurang halus. Setiap kali meningkatkan gear, khususnya dari gear netral ke gigi pertama, motor langsung terdorong ke depan. Tentu saja hal ini mengurangi kenyamanan berkendara. Nah, setelah diservis dan di-tune up, perpindahan gear motor saya pun lebih halus. Jadi, kini saya semakin nyaman berkendara meskipun saat melakukan perpindahan gear.

  3. Pengereman Semakin Responsif
    Setelah diservis, saya merasa kini sistem pengereman motor saya lebih cakram dan dapat diandalkan. Dengan sedikit saja menginjak rem kaki, laju motor langsung berkurang sesuai dengan kebutuhan. Rem tangan juga semakin baik dan responsif untuk melakukan pengereman mendadak. Namun, saya juga masih perlu berkendara dengan hati-hati dan kecepatan yang sesuai.

  4. Handling Lebih Ringan
    Saat diservis, mekanik Honda menawarkan saya untuk mengatur kembali tekanan angin ban. Biayanya Rp10.000,00. Saya pun setuju. Hasilnya adalah saat berkendara, motor saya terasa lebih ringan. Handling motor saya pun terasa lebih enak dibandingkan sebelumnya.
Demikian posting kali ini. Terima kasih.

Jumat, 22 Oktober 2010

Blade of Mine

Setelah beberapa kali menyebut nama Blade di beberapa posting terdahulu, sayangnya saya belum juga sempat untuk memperkenalkan motor kesayangan saya ini kepada Anda. So, sekaranglah saatnya.

Yap. Blade saya kini telah berusia satu bulan lebih. Tanggal kelahiran on road-nya adalah 15 September 2010. Hingga saat saya menulis posting ini, Blade saya telah menjelajah kota Palembang dengan jarak 292, 9 km.

Blade saya warnanya biru silver. Menurut saya sih, motor ini memang sudah cukup keren tanpa perlu dimodifikasi.

Blade saya secara resmi sudah teregistrasi di kepolisian. Nomor polisinya BG 5945 RU. Saya sendiri sudah mengantongi SIM A dan SIM C. Lampu Blade pun selalu saya nyalakan setiap kali saya turun ke jalan bersama Blade. Helm pun tak lupa saya kenakan. Jadi, tidak ada alasan lagi bagi polisi untuk menilang saya. Hehehe.....

Sekian posting kali ini. Terima kasih.

Rabu, 20 Oktober 2010

Nganter Nazo (Part II)

Sebelum berangkat, sebenarnya saya udah nawarin Nazo buat nunggu bentar. Niat saya mau pulang ke rumah sebentar buat ngambilin dia helm. Tapi, dia sih bilang gak usah. Gak enak juga kan kalo dia mesti nunggu dulu. Akhirnya, kami berangkat dari PS meski saya masih agak takut kena tilang gara-gara bawa penumpang tanpa helm.

So, tujuan kita sekarang adalah rumah Nazo di daerah Macan Kumbang. Nazo sih bilang kalo jalan ke arah rumah dia emang gak ada polisi. Jadi, saya pun mulai lega. Tapi, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, saya memilih jalan yang memang saya kenal "aman" untuk menghindari polisi yang sering menilang. Saya berusaha menghindari simpang GOR yang biasanya ada polisi yang berjaga. Jadi, dari pintu keluar PS, saya memutuskan untuk putar balik ke arah Jl. Sumpah Pemuda. Dari situ, kita tembus ke Jl. Angkatan 45. Satu simpangan "rawan polisi" pun terlewati.

Sabtu, 16 Oktober 2010

Kembali Aktif

Hi! I'm back. Yap! Setelah sempat vakum dari dunia blog selama dua minggu lebih, akhirnya saya kembali aktif mengurus blog ini.

Yap! Dua minggu lalu saya disibukkan dengan kegiatan Lomba Cerdas Cermat Lalu Lintas Tingkat Nasional Ditlantas Polri 2010 di Cibubur, Jakarta Timur. Alhamdulillah saya bersama tim berhasil menjadin juara III nasional dalam kompetisi tersebut. Berikutnya, mulai Senin, 11 Oktober 2010 lalu, saya mengikuti Ulangan Tengah Semester (UTS) di sekolah selama enam hari hingga hari ini, Sabtu, 16 Oktober 2010. Alhamdulillah ujian berjalan cukup lancar. Sekarang saya hanya bisa berdoa dan bertawakal agar hasilnya sesuai dengan harapan dan usaha yang telah saya lakukan dengan maksimal.

Mohon maaf karena saya sudah cukup lama meninggalkan blog ini tanpa posting baru. Insya Allah saya akan menulis beberapa posting baru mulai hari ini. Semoga saya bisa terus produktif untuk terus menulis di blog ini.

Terima kasih.

Nganter Nazo (Part I)

Setelah seminggu lebih menjajal jalanan Palembang bersama Blade, saya belum sekalipun ngebonceng orang. Yang jadi masalah selama ini adalah saya cuma bawa satu helm kalo lagi jalan sama si Blade. Gara-gara takut ditilang, saya pun belum berani ngebonceng orang, terutama di jalan-jalan protokol.

Nah, tapi hari ini rekor terpecahkan. Akhirnya saya ngebonceng orang untuk pertama kalinya. Orang yang kurang beruntung (*hha) kali ini adalah teman kita, Nazofatullidya. Haha.... Yap! Nazo jadi cewek pertama yang saya bonceng dengan Honda Blade saya. (Makasih ya Nazo udah mau dianterin pulang!)

Jumat, 08 Oktober 2010

Vakum Sementara

Alhamdulillah. Akhirnya saya berkesempatan untuk meng-update blog ini. Setidaknya posting ini bisa menjadi tanda bahwa saya masih aktif mengurus blog ini.

Saya memang sempat vakum mengurus blog ini sekitar dua minggu. Kesibukan sekolah, ditambah lagi saya baru saja menjalani "tugas negara" mewakili sekolah dalam sebuah lomba tingkat nasional di Cibubur, menjadi penyebab saya lama tak menulis posting baru. Alhamdulillah saya berhasil meraih juara III nasional dalam lomba tersebut.

Insya Allah saya akan menulis posting yang berisi cerita saya selama mengikuti lomba yang baru saya ikuti tersebut. Rencananya saya akan menulis banyak posting baru setelah saya selesai menjalani Ujian Tengah Semeseter (UTS). UTS sendiri akan dilaksanakan pada 11-16 Oktober 2010.

Demikian posting kali ini. Mohon doa agar saya sukses dalam mempersiapkan diri dan menjalani UTS. Terima kasih.


Jumat, 24 September 2010

Pendaftaran Calon Anggota Klub Olimpiade Sains Bidang Studi Kimia SMA Plus Negeri 17 Palembang

Sejak Kamis, 23 September 2010, saya ditugaskan oleh Pak Maju P. Simanjuntak untuk mengkoordinir pendaftaran calon anggota Klub Olimpiade Sains SMA Plus Negeri 17 Palembang Bidang Studi Kimia. Siswa kelas X dan XI SMA Plus Negeri 17 Palembang yang berminat dan berniat untuk bergabung dipersilakan untuk segera menghubungi saya. Pendaftaran paling lambat pada Sabtu, 25 September 2010.

Sebagai tambahan informasi, teman-teman kelas XI ataupun adik-adik kelas X bisa mencari saya di kelas XI PSIA 6. Nah, berhubung besok adalah Sabtu yang sebagaimana biasanya diisi dengan KK Senior (Seni dan Olahraga), teman-teman dan adik-adik bisa mencari saya di Cabor Tenis Meja atau di Cabang Seni Baca Al-Quran.

Pak Maju P. Simanjuntak juga berencana mengadakan sosialisasi tentang Klub Olimpiade Sains SMA Plus Negeri 17 Palembang ini besok, Sabtu, 25 September 2010, pukul 11. 30 WIB (setelah kegiatan paduan suara), di Aula SMA Plus Negeri 17 Palembang.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi saya atau Pak Maju Simanjuntak. Semoga bermanfaat. Terima kasih.


Senin, 20 September 2010

BMB (Budak Motor Baru)

Pagi ini seperti biasa saya masih diantar ke sekolah. Baru saja saya turun dari mobil, teman saya yang juga wakil ketua OSIS SMA Plus Negeri 17 Palembang, Raka Pratama Nugraha, langsung menyapa dan bertanya, "Woy, Jak! Mano? Ngapo belom dibawa motor tuh?" Itulah sambutan awal bagi saya di hari pertama masuk sekolah setelah liburan lebaran.

Kejadian serupa terjadi lagi saat jam istirahat pertama. Pandu Agustria, anak IS, dengan badan kekarnya menyambut kedatangan saya di koridor saat saya hendak menuju kantor. "Mano Blade kito?" tanya Pandu.

Saat pulang sekolah pun kejadian demikian kembali terulang. Kali ini yang bertanya adalah sahabat karib saya, M. Rinaldi Deo Saputra. Anak kelas akselerasi ini saat melihat saya dari kejauhan langsung berteriak, "Beee, budak BMB! Budak Motor Baru. Hahaha...."

Ya, begitulah penggalan kisah hari ini. Menanggapi antusiasme teman-teman akan kedatangan saya ke sekolah dengan Honda Blade saya tercinta, semoga saja cepat terealisasi. Semoga plat dan STNK motor saya segera selesai diurus. Amiin.

Minggu, 19 September 2010

Menantikan Plat dan STNK Motor

Setelah membeli Honda Blade pada Rabu, 15 September 2010 lalu, sayangnya sampai sekarang saya belum bisa leluasa berkendara keliling kota. Yap! Maklum, motor baru zaman sekarang memang tidak diberi plat putih (plat khusus untuk kendaraan baru) yang biasanya diberikan untuk mobil baru. Apalagi dealer-dealer motor juga tidak lagi memberikan plat sementara untuk kendaraan baru. Jadi, sampai sekarang saya belum punya plat dan STNK motor. Kalaupun saya bawa motor saya, saya hanya bisa berkendara keliling kampung dan ke jalan-jalan yang sepi di sekitar Kambang Iwak. Tentu akan sangat berbahaya jika saya bawa motor saya ke jalan-jalan protokol karena pak polisi yang terhormat pasti akan menilang motor saya. So, saya mesti bersabar menantikan plat dan STNK motor saya selesai diurus.

Pihak dealer tempat saya membeli motor mengatakan bahwa plat dan STNK motor saya mungkin akan selesai dalam tempo 7 -- 10 hari. Jadi, jika dihitung sejak Rabu, hingga hari ini prosesnya sudah berjalan sekitar 5 hari. Namun, jika dihitung hari kerjanya saja, prosesnya baru berjalan sekitar 3 hari. Padahal, besok saya sudah kembali sekolah dan beraktivitas seperti biasa. Oleh karena itu, dengan berat hati, sepertinya besok saya harus kembali naik ojek dan angkot. Hadeuh!

Ya sudahlah. Jalani saja semua dengan ikhlas! Semoga plat dan STNK motor saya segera selesai diurus sehingga saya bisa segera menggunakan Honda Blade tercinta. Amiin.


Jumat, 17 September 2010

Lika-Liku Beli Honda Blade (Part I)

Nah, sebagaimana yang saya janjikan pada posting sebelumnya, kali ini saya akan menceritakan lika-liku yang saya hadapi saat mau beli motor pada Rabu kemarin. Hmm... mungkin Anda berpikir bahwa membeli motor adalah hal biasa dan tidak ada hal menarik untuk diceritakan. Namun, setelah membaca cerita saya ini, mungkin Anda harus memperbaiki pandangan tersebut. Oke, langsung saja kita mulai. Siap... Mulai! Hahaha.....

Rabu, 15 September 2010, masih dalam suasana libur lebaran. Jarum jam menunjukkan pukul 08.30 WIB. Mama bilang bahwa saat itu papa sedang ke kantor sebentar dan beliau akan pulang pada pukul 09.00 WIB. Nah, saya pun diminta untuk segera bersiap-siap karena begitu papa pulang, maka beliau akan langsung mengajak saya ke dealer motor Honda sebagaimana yang telah kami sepakati malam sebelumnya.

Pukul 09.15 WIB, suara mobil beliau terdengar. Yah, tapi ternyata beliau masih mau masuk dahulu sebelum pergi. Saya pun menunggu beliau sembari menonton TV. Sekitar pukul 09.40 WIB, sebenarnya kami sudah siap berangkat. Namun, papa tiba-tiba memanggil kakak yang saat itu masih "bersemedi" di kamar. Yah, sepertinya kakak masih belum keluar kamar pagi itu. Papa pun mengajaknya ikut sekaligus untuk membeli tiket pesawatnya pulang ke Jogja Minggu nanti. Berhubung dia belum mandi, dengan sangat terpaksa kami harus menunggunya selesai mandi terlebih dahulu. Alhasil, kami pun baru berangkat pada pukul 10.00 WIB, terlambat satu jam dari jadwal semula. Hadeuh....

Bersambung ke posting berikutnya....

Rabu, 15 September 2010

Motor Baru (Alhamdulillah)

Alhamdulillah. Akhirnya, salah satu cita-cita saya terwujud juga. Yap! Hari ini, 15 September 2010, saya mendapat berkah yang luar biasa dari Allah SWT. Hari ini saya dibelikan oleh papa tercinta sebuah motor yang sudah lama saya idam-idamkan, Honda Blade. Saya memang sangat membutuhkan motor sebagai alat transportasi ke sekolah dan tempat les.

Sejak duduk di bangku SMP, saya memang sudah terbiasa naik angkot. Namun, sejak kelas XI ini, saya merasa angkot bukanlah sarana transportasi yang efektif bagi saya hilir mudik dari rumah ke sekolah dan tempat les. Apalagi selain naik angkot, saya juga harus naik ojek terlebih dahulu dari gerbang sekolah menuju jalan yang dilewati angkot. Tentu saja biaya yang diperlukan untuk ongkos saya membengkak. Bayangkan! Ongkos saya per minggu minimal Rp50.000,00. Padahal, uang yang saya jajankan untuk makanan saja rata-rata hanya Rp35.000,00 per minggu. Sayang, bukan?

Awalnya, ortu memang melarang saya naik motor. Mereka lebih senang jika saya naik mobil pribadi saja ke sekolah. Namun, menurut saya, mobil pribadi juga tidak efektif. Setiap pulang sekolah, jalanan di sekitar sekolah pasti selalu macet dipenuhi oleh mobil-mobil orang lain yang akan menjemput siswa-siswa di sekolah. Padahal, setiap sore saya harus berpacu dengan waktu menuju tempat les. Nah, motorlah satu-satunya alat transportasi yang menurut saya paling efektif dan hemat. Alhasil, setelah melakukan "lobi" dan "dialog publik" dengan ortu, mereka pun merestui saya naik motor.

Papa memang pernah janji beberapa bulan lalu bahwa ia akan membelikan saya motor setelah lebaran. Nah, berhubung lebaran telah usai, Selasa malam kemarin pun saya kembali "melobi" papa untuk menagih janji. Hahaha.... Akhirnya, kami sepakat untuk membeli motor tadi pagi.

Oke, sekian dulu posting kali ini. Di posting berikutnya, saya akan menceritakan perjalanan saya dari rumah menuju dealer motor Honda. Ada kisah dan pengalaman mengesankan lo! Nantikan posting saya selanjutnya ya! Hahaha....

Selasa, 14 September 2010

BRB, Istilah Gaul Baru bagi Notariza

Beberapa hari ini, saya banyak membaca istilah-istilah baru di timeline akun Twitter saya. Entah saya yang memang terlambat untuk stay up-to-date atau memang istilah-istilah bahasa gaul tersebut memang baru populer akhir-akhir ini, yang jelas saya mencoba untuk mengerti arti istilah-istilah tersebut. Tujuannya ya agar saya selalu up-to-date dengan perkembangan dunia pergaulan anak muda. Hahaha....

Nah, istilah bahasa gaul yang paling menarik bagi saya adalah "BRB". Apa itu BRB? Singkatan dari apakah itu BRB? Saya sendiri awalnya tidak tahu. Oleh karena tekad saya sudah bulat untuk selalu up-to-date, maka saya berusaha semaksimal mungkin mencari kepanjangan dari istilah yang masih asing bagi saya itu.

Akhirnya, berkat bantuan Mbah Google, saya pun dapat menemukan kepanjangan dari BRB. Yap!
BRB : Be Right Back!
Hahaha.... Ternyata itu kepanjangan dari BRB. Sederhana, bukan?

Ya, sekian dulu posting kali ini. Walaupun sepertinya isi posting kali ini kurang penting bagi sebagian orang, tetapi semoga saja bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Minggu, 27 Juni 2010

Disappointing Result

Huh! Hasil akhir semester II kelas X masih belum sesuai target. Juara umum II belum cukup bagi saya. Sudah sepantasnya saya mendapat prestasi yang lebih tinggi, yaitu JUARA UMUM I. Apalagi perjuangan saya selama 6 bulan ini sudah cukup keras. But, unfortunately, Allah sudah berkehendak lain (*hha).

Bukan berarti saya tidak bersyukur dah berhasil jadi rank 1 di kelas saya, X.E (Alhamdulillah deh!). Tapi, yang paling saya heran adalah NILAI FISIKA SAYA TURUN 1 ANGKA.